Selasa, 24 Maret 2015

Manfaatkan Hal-Hal Ber"MANFAAT"

Semangat Pagiiii... !!!
Meski siang-siang panas dan suntuk gini, harus tetep semangat donk.
waktu berjalan begitu cepat, dan waktu gak akan kembali lagi
oleh karena itu, mari bertindak dan berperilaku yang bermanfaat.

Nah, ngomong-ngomong hal-hal "BerMANFAAT"
nih ada beberapa materi tentang gizi anak usia sekolah..

Materi Penyuluhan
NUTRISI ANAK USIA SEKOLAH
A.    Pengertian
Nutrisi atau zat makanan adalah merupakan bagian dari makanan termasuk didalamnya air, protein dan asam amino yang membentuknya, lemak dan asam lemak, karbohidrat, mineral dan vitamin.

B.     Alasan pentingnya nutrisi anak usia sekolah.
a) Fungsi nutrisi bagi tubuh:
1.      Supaya pertumbuhan dan perkembangan anak maksimal
2.      Memperbaiki gizi anak
3.      Menentukan perkembangan anak untuk usia selanjutnya
b) Beberapa alasan mengapa kebutuhan gizi anak sekolah sangat diperhatikan, berikut point-pointnya :
1.         Usia Sekolah adalah usia puncak pertumbuhan.
Anak Sd yang berusia sekitar 7-13 tahun merupakan masa-masa pertumbuhan paling pesat kedua setelah masa balita. Dimana kesehatan yang optimal akan menghasilkan pertumbuhan yang optimal pula. Perhatian terhadap kesehatan sangatlah diperlukan, pendidikan juga digalakan untuk perkembangan mental yang mengacu pada skil anak.
Asupan gizi diperlukan untuk memenuhi keduanya yaitu : fisik dan mental anak. Karena tentunya fisik dan mental merupakan sesuatu yang berbeda namun saling berkaitan. makanan yang kaya akan nutrisi sangat mempengaruhi tumbuh kembang otak dan organ-organ lain yang dibutuhkan anak untuk mencapai hasil pendidikan yang optimal, untuk itu keluarga adalah pihak pertama yang harus memperhatikan asupan gizi anaknya. Pengetahuan keluarga akan gizi sangat berpengaruh disini.
2.      Selalu Aktif.
Semakin tinggi tingkat aktifitas tubuh maka Nutrisi dan energi juga akan semaki banyak diperlukan, anak usia SD atau Usia sekolah merupakan usia yang senang bermain. Senang menghabiskan waktunya untuk belajar mengetahui lingkungan sekitar. Untuk itu perlunya nutrisi dan asupan energi yang banyakuntuk menunjang aktifitas fisiknya.
Sulitnya untuk mengkonsumsi makanan bergizi adalah tantangan yang perlu dihadapi oleh orang tua. Untuk itu pengetahuan mengenai gizi anak sangat disarankan untuk mempelajarinya.
3.      Perubahan Sikap Terhadap Makanan.
Anak Usia SD tidak dapat di tebak, apa selera makan yang saat ini sedang ia senangi, perubahan sikap terhadap makanan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pengaruh dari luar. Pada masa-masa inilah perhatian ibu terhadap pengaruh pola konsumsi makanan sepertinya harus digalakan.
4.      Tidak suka makanan-makanan yang bergizi.
Ya telah terbukti, anak usia sekolah sangat sulit untuk dapat mengkonsumsi makanan-makanan yang sedang ia perlukan untuk masa pertumbuhan. Kriteria makanan yang banyak disukai oleh anak usia ini adalah makanan yang banyak mengandung gula dan mempunyai warna yang cerah sehingga menarik anak untuk mengkonsumsinya.

C.     Jenis-jenis asupan nutrisi untuk anak usia sekolah.
1.      Air
Kebutuhan tubuh akan air merupakan urutan kedua setelah kebutuhan oksigen. Fungsi dari air bermacam-macam. Air merupakan komponen terpenting dari struktur tubuh dan dalam fungsinya sebagai pelarut, maka air memainkan peranan dasar dalam reaksi seluler. Air mengatur suhu tubuh dengan mengambil panas yang dihasilkan pada reaksi seluler dan mendistribusikannya ke seluruh tubuh. Air penting sebagai pelumas tubuh misalnya saliva, memungkinkan makanan masuk ditelan.
2.      Protein dan Asam Amino
Fungsi protein adalah :
a.       Penunjang pertumbuhan, protein merupakan bahan padat utama dari otot, organ dan glandula endokrin. Merupakan unsur utama dari matrix tulang dan gigi, kulit, kuku, rambut, sel darah dan serum.
b.      Pengaturan proses tumbuh, protein mempunyai fungsi yang sangat khusus dalam pengaturan proses-proses tubuh misalnya, Hb melakukan peranan vital membawa oksigen ke jaringan
c.       Energi, protein merupakan sumber energi potensial, setiap gramnya menghasilkan 4 Kkal (0,01 MJ), jika protein digunakan untuk energi maka tidak akan dipakai untuk kebutuhan sintesis.
Kebutuhan : Masa tumbuh kembang è 15-20 % dari total energi atau 1,5 -2,0 g/kg BB. Dewasa è 10-15 % dari total energi atau 0,8 g/kg BB
Sumber protein :
·         Kandungan protein tinggi pada susu, daging, ikan, unggas, keju, biji-bijian
·         Kandungan protein menengah pada telur, kacang-kacangan, tepung, biji-bijian, susu cair.
·         Kandungan protein rendah sebagian besar pada buah-buahan dan sayur-sayuran.
3.      Lemak dan Asam Lemak
Fungsi utama  lemak adalah memberikan energi, Lemak bertindak sebagai karier dari vitamin A,,D ,E, K, yang larut dalam air dan memberikan rasa yang menyenangkan dan memberikan perasaan kenyang karena kecepatan pengosongan dari lambung.
Sumber makanannya adalah baik susu ASI dan sapi mengandung sekitar 50% kal lemak. Sekitar 4% dari kalori total dalam ASI diberikan oleh asam linoleat. Sumber makanan lain adalah minyak, LARD, mentega, margarine dan bumbu selada yang merupakan sumber lemak yang paling pekat.
Kebutuhan Lemak è 20 -25 % dari total energi è 10 % dari  lemak jenuh. Sedangkan kebutuhan Kholesterol à < 300 mg hari. Sumber kholesterol : kuning telur, udang, kerang, cumi, jerohan.
4.      Karbohidrat
Gula dan zat tepung merupakan sumber utama energi manusia.
WHO (1990) menyarankan konsumsi karbohidrat dalam sehari antara 55 – 75 % dari energi total, 10 % diantaranya berasal dari karbohidrat sederhana.
Fungsi karbohidrat :
a.       energi, setiap gram karbohidrat yang dioksidasi rata-rata menghasilkan 4 kal. Sejumlah karbohidrat dalam bentuk glukose, akan digunakan secara langsung untuk memenuhi kebutuhan energi jaringan. Sebagian kecil disimpan sebagai glikogen dalam hepar dan otot dan beberapa akan disimpan sebagai jaringan adiposa.
b.      Aksi pencadangan protein, tubuh akan menggunakan karbohidrat sebagai sumber utama energi, karena itu jika terdapat defisiensi kalor dalam diet maka akan digunakan jaringan adiposa dan protein
c.       Pengaturan metabolisme lemak, diperlukan sejumlah karbohidrat dalam diet sehingga oksidasi lemak dapat berlangsung dengan normal. Jika karbohidrat dalam diet terbatas, maka lemak akan dimetabolisir lebih cepat daripada penanganan tubuh terhadap produk metabolisme ini. Jika lemak tidak dioksidasi dengan lengkap maka akan terbentuk keton.
d.      Peranan dalam fungsi gastrointestinal, diduga laktosa mempercepat pertumbuhan bakteri yang diperlukan dalam usus kecil, bakteri ini berguna untuk sintesis vit B kompleks dan vit K.
Sumber Karbohidrat : pada diet bayi muda laktosa merupakan karbohidrat predominan yang ditemukan dalam ASI dan susu sapi. Dengan semakin besarnya anak-anak ditambahkan biji-bijian, roti dan makanan lain seperti kentang.


5.      Vitamin dan mineral
Ø   Kalsium
Kalsium membantu menguatkan tulang, sehingga mampu menyangga tubuh yang baik. Sumber kalsium yang baik antara lain adalah susu dan produk olahannya seperti keju dan yogurt, serta sayuran berdaun hijau pekat seperti brokoli, bayam, dll.
Ø  Zat Besi
Makanan kaya zat besi seperti daging, kacang-kacangan, sereal, buah bit, penting untuk memelihara tubuh. Zat besi berguna mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh sehingga asupan gizi cukup.
Ø  Vitamin C dan E
Kedua jenis vitamin ini besar peranannya dalam memperkuat sistem imunitas tubuh. Saat olahraga, tubuh mengeluarkan energy lebih besar daripada ketika menjalani aktivitas biasa, sehingga memerlukan dukungan daya tahan yang kuat agar tak jatuh sakit.
Vitamin E juga bersifat antioksidan dan membantu melancarkan proses distribusi oksigen ke seluruh tubuh. Vitamin C banyak terdapat pada buah-buahan seperti kiwi, stroberi, dan jeruk, sedangkan vitamin E bisa diperoleh dengan mengonsumsi kacang-kacangan, biji-bijian, mentega, dan telur.
Ø  Vitamin B
Golongan vitamin B berperan penting dalam metabolism tubuh, terutama dalam proses pelepasan energy saat beraktifitas. Vitamin B juga berperan penting dalam pembentukan sel darah merah. Sumber utama vitamin B berasal dari susu, gandum, iken, dan syur-sayuran hijau.

D.    Pemberian makanan pada anak usia sekolah.
a)      Asupan makanan anak-anak
§  Kebutuhan anak usia sekolah pada dasarnya sama dengan kebutuhan mereka saat masih muda, tetapu jumlahnya berbeda sesuai dengan nafsu makannya.
§  Jenis dan jumlah makanan lebih ditingkatkan sesuai dengan ukuran tubuhnya yang semakin besar dan kebutuhan psikologisnya.
§  Rata-rata jadwal aktivitasnya dari aktivitas dihabiskan di ruang kelas hingga olahraga dan aktivitas sosial dengan sedikit waktu istirahat. Dia memerlukan gizi yang baik untuk memenuhi kebutuhannya yang besar untuk melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan dan agar anak-anak memiliki kekebalan terhadap ekspos infeksi.
§  Makanan untuk anak usia sekolah bukan hanya dipertimbangkan pada fungsi zat gizi yang terkandung tapi kemampuan makanan tersebut untuk dimakan, tingkat pengenyangan, serta nilai emosi dan sosial yang terdapat pada makanan tersebut.
§  Anak-anak harus diberikan pengalaman dalam memilih makanan sebelum orang tua membimbing mereka agar tidak kekurangan gizi.
§  Anak usia pra sekolah dan sekolah merupakan masa penting untuk membentuk sikap terhadap makanan dan kebiasaan makan yang kondusif untuk mencukupi asupan zat gizi.
b)      Cara pemberian makanan di sekolah
§  Membuatnya tersedia dalam jumlah yang banyak untuk pembentukan tubuh, memberikan energi dan regulasi makan.
§  Menyediakan makanan termasuk variasi makan ditawarkan dalam jumlah cukup untuk memenuhi kepuasan nafsu makan.
§  Menambahkan susu dalam makanan lain seperti custard pudding, es krim, dan minuman lain seperti cokelat karena terdapat kecenderungan penurunan asupan susu.
§  Bekal makan siang disiapkan dengan baik dari rumah atau makanan yang dimakan anak-anak saat di sekolah harus memenuhi sedikitnya 1/3 dari kebutuhan makan harian.
§  Cemilan bergizi disediakan sebagai sumber gizi tambahan harus direncanakan sebagai bagian dari makanan sehari-hari.

E.     Gangguan nutrisi yang dapat terjadi pada anak usia sekolah

Masalah gizi yang dihadapi oleh anak-anak pada usia sekolah dasar antara lain: obesitas, gagal tumbuh, anemia karena kekurangan zat besi, dan karies pada gigi geligi serta infeksi kecacingan. Obesitas biasanya disebabkan karena konsumsi makanan yang melebihi kebutuhannya per hari. Sebaliknya, gagal tumbuh biasanya disebabkan karena kurangnya asupan nutrisi. Selain gagal tumbuh, kurangnya asupan nutrisi juga dapat menyebabkan terjadinya anemia dan membuat anak rentan terhadap infeksi. Karies disebabkan karena konsumsi makanan yang mengandung gula berlebihan disertai dengan kebersihan gigi yang kurang terjaga. Infeksi kecacingan disebabkan karena kurangnya kebiasaan cuci tangan saat makan dan seringnya tidak menggunakan alas kaki saat beraktifitas.

Semoga Bermanfaat ^^
Ada video nya jugaa lhoooo...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar