Meski siang-siang panas dan suntuk gini, harus tetep semangat donk.
waktu berjalan begitu cepat, dan waktu gak akan kembali lagi
oleh karena itu, mari bertindak dan berperilaku yang bermanfaat.
Nah, ngomong-ngomong hal-hal "BerMANFAAT"
nih ada beberapa materi tentang gizi anak usia sekolah..
Materi Penyuluhan
NUTRISI ANAK USIA SEKOLAH
NUTRISI ANAK USIA SEKOLAH
A.
Pengertian
Nutrisi atau zat makanan adalah merupakan bagian dari makanan termasuk didalamnya air, protein dan asam amino yang membentuknya, lemak dan asam lemak, karbohidrat, mineral dan vitamin.
Nutrisi atau zat makanan adalah merupakan bagian dari makanan termasuk didalamnya air, protein dan asam amino yang membentuknya, lemak dan asam lemak, karbohidrat, mineral dan vitamin.
B.
Alasan
pentingnya nutrisi anak usia sekolah.
a) Fungsi
nutrisi bagi tubuh:
1. Supaya
pertumbuhan dan perkembangan anak maksimal
2. Memperbaiki
gizi anak
3. Menentukan
perkembangan anak untuk usia selanjutnya
b) Beberapa alasan
mengapa kebutuhan gizi anak sekolah sangat diperhatikan, berikut point-pointnya
:
1. Usia Sekolah adalah usia puncak
pertumbuhan.
Anak Sd yang
berusia sekitar 7-13 tahun merupakan masa-masa pertumbuhan paling pesat kedua
setelah masa balita. Dimana kesehatan yang optimal akan menghasilkan
pertumbuhan yang optimal pula. Perhatian terhadap kesehatan sangatlah
diperlukan, pendidikan juga digalakan untuk perkembangan mental yang mengacu
pada skil anak.
Asupan gizi diperlukan untuk memenuhi keduanya yaitu :
fisik dan mental anak. Karena tentunya fisik dan mental merupakan sesuatu yang
berbeda namun saling berkaitan. makanan yang kaya akan nutrisi sangat
mempengaruhi tumbuh kembang otak dan organ-organ lain yang dibutuhkan anak
untuk mencapai hasil pendidikan yang optimal, untuk itu keluarga adalah pihak
pertama yang harus memperhatikan asupan gizi anaknya. Pengetahuan keluarga akan
gizi sangat berpengaruh disini.
2. Selalu Aktif.
Semakin tinggi tingkat aktifitas tubuh maka Nutrisi dan energi
juga akan semaki banyak diperlukan, anak usia SD atau Usia sekolah merupakan
usia yang senang bermain. Senang menghabiskan waktunya untuk belajar mengetahui
lingkungan sekitar. Untuk itu perlunya nutrisi dan asupan energi yang
banyakuntuk menunjang aktifitas fisiknya.
Sulitnya untuk mengkonsumsi makanan bergizi adalah
tantangan yang perlu dihadapi oleh orang tua. Untuk itu pengetahuan mengenai
gizi anak sangat disarankan untuk mempelajarinya.
3. Perubahan Sikap
Terhadap Makanan.
Anak Usia SD tidak dapat di tebak, apa selera makan
yang saat ini sedang ia senangi, perubahan sikap terhadap makanan dipengaruhi
oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pengaruh dari luar. Pada masa-masa
inilah perhatian ibu terhadap pengaruh pola konsumsi makanan sepertinya harus
digalakan.
4. Tidak suka
makanan-makanan yang bergizi.
Ya telah terbukti, anak usia sekolah sangat sulit
untuk dapat mengkonsumsi makanan-makanan yang sedang ia perlukan untuk masa
pertumbuhan. Kriteria makanan yang banyak disukai oleh anak usia ini adalah
makanan yang banyak mengandung gula dan mempunyai warna yang cerah sehingga
menarik anak untuk mengkonsumsinya.
C.
Jenis-jenis
asupan nutrisi untuk anak usia sekolah.
1. Air
Kebutuhan
tubuh akan air merupakan urutan kedua setelah kebutuhan oksigen. Fungsi dari
air bermacam-macam. Air merupakan komponen terpenting dari struktur tubuh dan dalam
fungsinya sebagai pelarut, maka air memainkan peranan dasar dalam reaksi
seluler. Air mengatur suhu tubuh dengan mengambil panas yang dihasilkan pada
reaksi seluler dan mendistribusikannya ke seluruh tubuh. Air penting sebagai
pelumas tubuh misalnya saliva, memungkinkan makanan masuk ditelan.
2. Protein
dan Asam Amino
Fungsi
protein adalah :
a. Penunjang
pertumbuhan, protein merupakan bahan padat utama dari otot, organ dan glandula
endokrin. Merupakan unsur utama dari matrix tulang dan gigi, kulit, kuku, rambut,
sel darah dan serum.
b. Pengaturan
proses tumbuh, protein mempunyai fungsi yang sangat khusus dalam pengaturan
proses-proses tubuh misalnya, Hb melakukan peranan vital membawa oksigen ke
jaringan
c. Energi,
protein merupakan sumber energi potensial, setiap gramnya menghasilkan 4 Kkal
(0,01 MJ), jika protein digunakan untuk energi maka tidak akan dipakai untuk
kebutuhan sintesis.
Kebutuhan : Masa tumbuh
kembang è 15-20 % dari total energi atau 1,5 -2,0 g/kg BB. Dewasa è 10-15 % dari total energi
atau 0,8 g/kg BB
Sumber
protein :
·
Kandungan protein
tinggi pada susu, daging, ikan, unggas, keju, biji-bijian
·
Kandungan protein
menengah pada telur, kacang-kacangan, tepung, biji-bijian, susu cair.
·
Kandungan protein
rendah sebagian besar pada buah-buahan dan sayur-sayuran.
3. Lemak
dan Asam Lemak
Fungsi
utama lemak adalah memberikan energi,
Lemak bertindak sebagai karier dari vitamin A,,D ,E, K, yang larut dalam air
dan memberikan rasa yang menyenangkan dan memberikan perasaan kenyang karena
kecepatan pengosongan dari lambung.
Sumber
makanannya adalah baik susu ASI dan sapi mengandung sekitar 50% kal lemak.
Sekitar 4% dari kalori total dalam ASI diberikan oleh asam linoleat. Sumber
makanan lain adalah minyak, LARD, mentega, margarine dan bumbu selada yang
merupakan sumber lemak yang paling pekat.
Kebutuhan Lemak è 20 -25 % dari total energi è 10 % dari lemak jenuh. Sedangkan kebutuhan Kholesterol à < 300 mg hari. Sumber
kholesterol : kuning telur, udang, kerang, cumi, jerohan.
4. Karbohidrat
Gula
dan zat tepung merupakan sumber utama energi manusia.
WHO (1990) menyarankan
konsumsi karbohidrat dalam sehari antara 55 – 75 % dari energi total, 10 %
diantaranya berasal dari karbohidrat sederhana.
Fungsi
karbohidrat :
a. energi,
setiap gram karbohidrat yang dioksidasi rata-rata menghasilkan 4 kal. Sejumlah
karbohidrat dalam bentuk glukose, akan digunakan secara langsung untuk memenuhi
kebutuhan energi jaringan. Sebagian kecil disimpan sebagai glikogen dalam hepar
dan otot dan beberapa akan disimpan sebagai jaringan adiposa.
b. Aksi
pencadangan protein, tubuh akan menggunakan karbohidrat sebagai sumber utama
energi, karena itu jika terdapat defisiensi kalor dalam diet maka akan
digunakan jaringan adiposa dan protein
c. Pengaturan
metabolisme lemak, diperlukan sejumlah karbohidrat dalam diet sehingga oksidasi
lemak dapat berlangsung dengan normal. Jika karbohidrat dalam diet terbatas,
maka lemak akan dimetabolisir lebih cepat daripada penanganan tubuh terhadap
produk metabolisme ini. Jika lemak tidak dioksidasi dengan lengkap maka akan
terbentuk keton.
d. Peranan
dalam fungsi gastrointestinal, diduga laktosa mempercepat pertumbuhan bakteri
yang diperlukan dalam usus kecil, bakteri ini berguna untuk sintesis vit B
kompleks dan vit K.
Sumber
Karbohidrat : pada diet bayi muda laktosa merupakan karbohidrat predominan yang
ditemukan dalam ASI dan susu sapi. Dengan semakin besarnya anak-anak
ditambahkan biji-bijian, roti dan makanan lain seperti kentang.
5.
Vitamin dan
mineral
Ø Kalsium
Kalsium membantu menguatkan tulang, sehingga mampu menyangga
tubuh yang baik. Sumber kalsium yang baik antara lain adalah susu dan produk
olahannya seperti keju dan yogurt, serta sayuran berdaun hijau pekat seperti
brokoli, bayam, dll.
Ø Zat Besi
Makanan kaya zat besi seperti daging, kacang-kacangan,
sereal, buah bit, penting untuk memelihara tubuh. Zat besi berguna
mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh sehingga asupan gizi cukup.
Ø Vitamin C dan E
Kedua jenis vitamin ini besar peranannya dalam
memperkuat sistem imunitas tubuh. Saat olahraga, tubuh mengeluarkan energy
lebih besar daripada ketika menjalani aktivitas biasa, sehingga memerlukan
dukungan daya tahan yang kuat agar tak jatuh sakit.
Vitamin E juga bersifat antioksidan dan membantu
melancarkan proses distribusi oksigen ke seluruh tubuh. Vitamin C banyak
terdapat pada buah-buahan seperti kiwi, stroberi, dan jeruk, sedangkan vitamin
E bisa diperoleh dengan mengonsumsi kacang-kacangan, biji-bijian, mentega, dan
telur.
Ø Vitamin B
Golongan vitamin B berperan penting dalam metabolism
tubuh, terutama dalam proses pelepasan energy saat beraktifitas. Vitamin B juga
berperan penting dalam pembentukan sel darah merah. Sumber utama vitamin B
berasal dari susu, gandum, iken, dan syur-sayuran hijau.
D.
Pemberian
makanan pada anak usia sekolah.
a)
Asupan makanan anak-anak
§
Kebutuhan anak usia sekolah pada dasarnya sama dengan
kebutuhan mereka saat masih muda, tetapu jumlahnya berbeda sesuai dengan nafsu
makannya.
§
Jenis dan jumlah makanan lebih ditingkatkan sesuai
dengan ukuran tubuhnya yang semakin besar dan kebutuhan psikologisnya.
§
Rata-rata jadwal aktivitasnya dari aktivitas
dihabiskan di ruang kelas hingga olahraga dan aktivitas sosial dengan sedikit
waktu istirahat. Dia memerlukan gizi yang baik untuk memenuhi kebutuhannya yang
besar untuk melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan dan agar anak-anak
memiliki kekebalan terhadap ekspos infeksi.
§
Makanan untuk anak usia sekolah bukan hanya
dipertimbangkan pada fungsi zat gizi yang terkandung tapi kemampuan makanan
tersebut untuk dimakan, tingkat pengenyangan, serta nilai emosi dan sosial yang
terdapat pada makanan tersebut.
§
Anak-anak harus diberikan pengalaman dalam memilih
makanan sebelum orang tua membimbing mereka agar tidak kekurangan gizi.
§
Anak usia pra sekolah dan sekolah merupakan masa
penting untuk membentuk sikap terhadap makanan dan kebiasaan makan yang
kondusif untuk mencukupi asupan zat gizi.
b)
Cara pemberian makanan di sekolah
§
Membuatnya tersedia dalam jumlah yang banyak untuk
pembentukan tubuh, memberikan energi dan regulasi makan.
§
Menyediakan makanan termasuk variasi makan ditawarkan
dalam jumlah cukup untuk memenuhi kepuasan nafsu makan.
§
Menambahkan susu dalam makanan lain seperti custard
pudding, es krim, dan minuman lain seperti cokelat karena terdapat
kecenderungan penurunan asupan susu.
§
Bekal makan siang disiapkan dengan baik dari rumah
atau makanan yang dimakan anak-anak saat di sekolah harus memenuhi sedikitnya
1/3 dari kebutuhan makan harian.
§
Cemilan bergizi disediakan sebagai sumber gizi
tambahan harus direncanakan sebagai bagian dari makanan sehari-hari.
E.
Gangguan
nutrisi yang dapat terjadi pada anak usia sekolah
Masalah gizi yang dihadapi oleh
anak-anak pada usia sekolah dasar antara lain: obesitas, gagal tumbuh, anemia
karena kekurangan zat besi, dan karies pada gigi geligi serta infeksi kecacingan.
Obesitas biasanya disebabkan karena konsumsi makanan yang melebihi kebutuhannya
per hari. Sebaliknya, gagal tumbuh biasanya disebabkan karena kurangnya asupan
nutrisi. Selain gagal tumbuh, kurangnya asupan nutrisi juga dapat menyebabkan
terjadinya anemia dan membuat anak rentan terhadap infeksi. Karies disebabkan
karena konsumsi makanan yang mengandung gula berlebihan disertai dengan
kebersihan gigi yang kurang terjaga. Infeksi kecacingan disebabkan karena
kurangnya kebiasaan cuci tangan saat makan dan seringnya tidak menggunakan alas
kaki saat beraktifitas.
Semoga Bermanfaat ^^
Ada video nya jugaa lhoooo...